Rumah Jurnalisme AJI akan dibangun 4 lantai, dengan rooftop di bagian atas. Di lantai bawah sebagian besar digunakan untuk parkir kendaraan. Sehingga ruangan-ruangan ada di lantai 2,3 dan 4.

Dalam alokasi ruangan, bangunan ini kurang lebih 60 persen didedikasikan untuk ruang publik. Ruang untuk berkumpul dan interaksinya para penggiat jurnalisme, baik itu akademisi, mahasiswa, peneliti, aktivis pers mahasiswa, penggiat sosial maupun jurnalis itu sendiri, baik anggota AJI atau bukan.

Pembagian ruang publik terdiri dari :

  1. Ruang training
  2. Ruang serbaguna (training/rapat/konferensi pers)
  3. Perpustakaan
  4. Co-working space
  5. Ruang diskusi
  6. Cafe/kantin
  7. Rooftop/ruang santai

Sementara itu untuk menjalankan organisasi AJI atau ruang yang sifatnya privat, akan terdiri :

  1. Ruang kerja/sekretariat
  2. Rumah perlindungan

Selain ada ruang publik dan ruang privat, ada beberapa ruang pendukung yang dipakai bersama/umum, seperti tempat parkir, KM/WC, dapur.

Ruang Publik

Ruang training dan ruang serbaguna

Ruang training dikhususkan untuk pelatihan-pelatihan terkait jurnalisme. Kebutuhan ruang training bagi kegiatan jurnalisme, dirasakan oleh AJI makin meningkat. Baik yang mendapat dukungan dana donor maupun tidak. Karena makin hari jurnalisme makin kompleks. Seorang jurnalis selain wajib menguasai teknik dasar jurnalisme, dituntut juga untuk memahami bidang-bidang yang spesifik. Seperti jurnalisme lingkungan, perbankan, pangan, kesetaraan gender, dll.

AJI sendiri saat ini memiliki badan semi otonom yaitu Sekolah Jurnalisme Independen atau SJI yang sudah mulai memiliki training reguler. Begitu juga kerjasama AJI dengan beberapa universitas, membutuhkan ruang training yang memadai.

Ruang serbaguna akan digunakan untuk beberapa hal. Misal untuk training, bila ada 2 kegiatan training paralel, sehingga bisa di ruang training dan ruang serbaguna. Selain itu ruang ini dapat digunakan untuk rapat koalisi-koalisi yang AJI terlibat. Seperti koalisi untuk advokasi RUU, advokasi kebebasan berpendapat dll. Ruang ini juga dapat digunakan untuk konferensi pers bagi AJI atau lembaga-lembaga masyarakat sipil yang membutuhkan. Mengingat lokasinya yang strategis di kawasan Kwitang, tidak jauh dari pusat pemerintahan.

Perpustakaan

AJI selama ini menerbitkan banyak buku tentang jurnalisme dan sebagian tersimpan rapi di gudang. Sementara itu, data-data yang selama ini dikumpulkan pengurus AJI dalam bentuk digital juga mempunyai nilai penting untuk publik. Oleh karena itu perpustakaan Rumah Jurnalisme ini sudah memiliki modal awal yang cukup, yaitu buku-buku terbitan AJI dan data digital. Nantinya akan dikembangkan lebih jauh, mengumpulkan informasi dan data dari partner AJI.

Perpustakaan ini dibangun dengan konsep digital dan online. Buku-buku yang masih berupa cetakan akan dipindahkan menjadi digital. Dan perpustakaan ini nantinya bisa diakses via online, sehingga mereka yang berada jauh di luar Jakarta, tetap bisa mengakses data.

Co-working space

Ruang co-working space ini menyatu dengan perpustakaan, sehingga ada ketenangan yang terjaga. Diharapkan pemakai ruang ini adalah para jurnalis yang telah selesai liputan dan tidak perlu kembali ke kantor untuk membuat laporan. Dan co-working space ini disediakan gratis untuk para jurnalis.

Ruang Diskusi

Kebutuhan ruangan ini adalah untuk kepanitiaan yang sifatnya temporer, seperti Panitia Festival Media, Panitia World Press Freedom Day dll. Dapat juga digunakan untuk koordinasi kepanitiaan yang di mana AJI ikut berkoalisi dengan lembaga lain, seperti Hari Buruh, Hari HAM dll.

Cafe/ Kantin

Tujuan utama kantin dan cafe ini adalah pendukung kegiatan bagi mereka yang beraktivitas di Rumah Jurnalisme, seperti makan minum. Terutama anggota AJI yang tersebar di 38 kota, cukup banyak yang memiliki minat pada kopi. Sehingga cafe ini diharapkan bisa menyediakan kopi dari banyak pojok di Nusantara.

Rooftop

Ini berada di lantai paling atas. Selain dapat digunakan untuk bersantai, ruang ini bisa digunakan untuk aktivitas bersama, sekadar membunuh waktu seperti membaca puisi, bernyanyi dll. Rooftop ini direncanakan memiliki taman untuk pengganti ruang terbuka hijau di bawah yang menjadi areal parkir.

2. Ruang Privat

Sekretariat AJI Indonesia

Ruang ini untuk keperluan kantor AJI Indonesia, di mana para pengurus dan staf AJI Indonesia bekerja untuk melayani AJI-AJI Kota maupun kegiatan-kegiatan untuk jurnalis secara umum. Konsep ruang semi terbuka, dengan 2 ruangan khusus untuk bagian keuangan dan ketua/sekjen/direktur eksekutif.

Rumah Perlindungan

Ruang ini diperuntukkan untuk para jurnalis yang sedang mengalami kekerasan dan terancam di daerah luar Jakarta dan harus dievakuasi, maka ini dapat menjadi rumah perlindungan sementara dan tempat menginap.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here